Mengelola printer perusahaan tidak berhenti pada memastikan perangkat dapat mencetak. Ketika jumlah pengguna, printer, lokasi, dan kebutuhan keamanan bertambah, tim IT membutuhkan visibilitas atas siapa yang mencetak, bagaimana dokumen dilepas, berapa biaya yang digunakan, serta bagaimana printer dan antrean cetak dikelola.
PaperCut menyediakan beberapa produk untuk kebutuhan tersebut. Nama produknya terlihat mirip, tetapi arsitektur dan kedalaman fiturnya berbeda. Karena itu, pertanyaan yang lebih tepat bukan “PaperCut mana yang paling bagus?”, melainkan “PaperCut mana yang paling sesuai dengan lingkungan kerja perusahaan?”
Empat Produk, Empat Titik Awal
Secara sederhana, keluarga PaperCut dapat dilihat dari dua pendekatan: self-hosted dan cloud-native. PaperCut NG dan PaperCut MF merupakan solusi self-hosted, sedangkan PaperCut Hive dan PaperCut Pocket menggunakan pendekatan cloud-native/serverless.
PaperCut NG
Fokus pada pengelolaan aktivitas print: tracking, reporting, cost control, quota, dan print policy. Cocok ketika kebutuhan utama adalah mengendalikan aktivitas pencetakan tanpa integrasi embedded penuh pada MFP.
PaperCut MF
Memperluas kemampuan print management ke MFP/MFD, termasuk kontrol print, copy, dan scan, secure print release, serta Integrated Scanning pada perangkat yang didukung. Cocok untuk lingkungan yang membutuhkan kontrol lebih dalam pada perangkat multifungsi.
PaperCut Pocket
Pendekatan cloud-native untuk organisasi yang membutuhkan print enablement, deployment queue/driver, visibility, dan secure release dengan kebutuhan yang relatif sederhana tanpa print server tradisional.
PaperCut Hive
Cloud-native print management dengan kemampuan lebih luas pada MFP. Dibanding Pocket, Hive dapat menggunakan embedded app pada perangkat yang kompatibel untuk secure release, tracking copy/scan, authentication, dan Integrated Scanning.
Jangan Memilih dari Nama Produk Saja
Sebelum menentukan platform, perusahaan sebaiknya memetakan kebutuhan operasionalnya. Lima pertanyaan berikut biasanya lebih berguna daripada langsung membandingkan daftar fitur.
- Apakah perusahaan ingin mempertahankan server print lokal/private cloud, atau bergerak ke arsitektur cloud-native tanpa print server?
- Apakah hanya aktivitas print yang perlu dikelola, atau copy dan scan pada MFP juga harus dikontrol dan dicatat?
- Apakah pengguna membutuhkan secure print release, autentikasi kartu/PIN/SSO, atau Find-Me Printing?
- Apakah organisasi membutuhkan reporting, quota, chargeback, project/client billing, atau print policy yang lebih kompleks?
- Apakah workflow scan ke email, cloud storage, atau document processing menjadi bagian penting dari proses kerja?
Self-Hosted vs Cloud-Native
Perbedaan arsitektur perlu menjadi keputusan awal. NG dan MF memberi organisasi kontrol atas server tempat aplikasi dijalankan dan sesuai untuk lingkungan yang masih membutuhkan infrastruktur lokal atau private cloud. Hive dan Pocket mengurangi ketergantungan pada print server tradisional karena fungsi administrasi, deployment, dan pengelolaan dilakukan melalui platform cloud.
Cloud-native tidak otomatis lebih tepat untuk setiap perusahaan, dan self-hosted tidak otomatis lebih aman. Pilihan harus mempertimbangkan kebijakan IT, konektivitas, data governance, integrasi, kemampuan perangkat, serta cara tim IT mengelola endpoint dan identitas.
Kapan PaperCut MF Lebih Relevan?
PaperCut MF layak dipertimbangkan ketika MFP menjadi bagian penting dari workflow kantor. Selain print management, organisasi dapat mengelola akses perangkat, secure release, tracking copy/scan, dan Integrated Scanning pada kombinasi perangkat serta konfigurasi yang didukung.
Karena fitur embedded bergantung pada merek, model, versi, lisensi, dan konfigurasi, assessment kompatibilitas perangkat tetap diperlukan sebelum implementasi.
Kapan NG, Hive, atau Pocket Lebih Masuk Akal?
NG dapat menjadi pilihan ketika perusahaan membutuhkan kontrol print yang kuat dengan pendekatan self-hosted, tetapi tidak membutuhkan embedded MFP seperti pada MF. Untuk organisasi yang ingin mengurangi ketergantungan pada print server, Pocket menyediakan pendekatan cloud yang lebih sederhana, sedangkan Hive menambahkan pengelolaan MFP dan kemampuan embedded yang lebih luas pada perangkat yang kompatibel.
Dengan demikian, ukuran perusahaan bukan satu-satunya penentu. Dua organisasi dengan jumlah pengguna yang sama dapat membutuhkan produk berbeda karena arsitektur IT, kebutuhan security, jenis perangkat, dan workflow dokumennya berbeda.

Mulai dari Print Environment Assessment
Sebelum memilih software, inventarisasi terlebih dahulu jumlah printer dan MFP, lokasi, merek/model, volume print, pola pengguna, print server, directory service, kebutuhan autentikasi, workflow scan, serta kebutuhan reporting. Dari baseline tersebut, perusahaan dapat menentukan apakah masalah utamanya berada pada visibility, biaya, security, deployment, workflow, atau kombinasi semuanya.
Pendekatan ini juga mencegah pembelian software yang terlalu sederhana untuk kebutuhan organisasi—atau sebaliknya, implementasi fitur yang kompleks tetapi tidak benar-benar digunakan.
Kesimpulan
PaperCut bukan satu produk dengan satu pola implementasi. MF, NG, Hive, dan Pocket melayani kebutuhan yang berbeda. Pilihan terbaik adalah yang sesuai dengan arsitektur IT, perangkat, kebutuhan kontrol, keamanan, dan workflow perusahaan. Mulailah dari lingkungan cetak yang ada, lalu tentukan platform berdasarkan masalah yang benar-benar ingin diselesaikan.
Apa perbedaan utama PaperCut NG dan MF?
Keduanya self-hosted. NG berfokus pada print management, sedangkan MF menambahkan integrasi lebih dalam dengan MFP/MFD untuk fungsi seperti secure release, copy/scan tracking, dan Integrated Scanning pada perangkat yang didukung.
Apakah PaperCut Hive membutuhkan print server lokal?
Hive dirancang sebagai platform cloud-native/serverless sehingga tidak membutuhkan print server lokal tradisional. Namun implementasi tetap memerlukan perencanaan client, jaringan, identitas, perangkat, dan kebijakan IT.
Apakah PaperCut Pocket sama dengan Hive?
Tidak. Keduanya menggunakan platform cloud-native, tetapi Hive menyediakan kontrol MFP dan embedded functionality yang lebih luas, sementara Pocket ditujukan untuk kebutuhan print management yang lebih sederhana.
Apakah semua fitur PaperCut tersedia di semua printer?
Tidak. Dukungan embedded, authentication, scan workflow, dan fitur perangkat lainnya dapat bergantung pada produk PaperCut, merek/model MFP, versi, lisensi, dan konfigurasi.
Belum yakin PaperCut mana yang sesuai?
Nusaprint dapat membantu memetakan print environment, perangkat, kebutuhan pengguna, security, dan workflow sebelum menentukan arsitektur print management yang tepat.
Referensi Teknis untuk Verifikasi Editorial
- PaperCut – Print Management Products
- PaperCut – NG/MF Overview and Features
- PaperCut – Hive & Pocket Product and Features Overview
- PaperCut – PaperCut Hive





